Arba’in An-Nawawi Hadits Ke-34: Mengubah Kemungkaran

Teks Hadits
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Terjemah Hadits

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, maka dengan lisannya. Jika tidak bisa, maka dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemah iman.”
(HR. Muslim no. 49)

Faidah Hadits
  • Syarat-syarat nahi mungkar:
    1. yakin bahwa perbuatan tersebut mungkar
    2. kemungkaran tersebut memang salah dan dilakukan oleh orang yang pantas diingkari.
    Misalnya: ada yang makan siang hari Ramadhan, namun dia sakit atau musafir, maka tidak bisa diingkari.
  • Pentingnya mengamalkan amar makruf nahi mungkar dan hal tersebut dibebankan pada sebagian umat.
  • Hendaklah bertahap dalam mengingkari kemungkaran sesuai kemampuan, yaitu:
    1. dengan hati
    2. kemudian dengan lisan
    3. kemudian dengan tangan (kuasa)
  • Mengingkari kemungkaran dengan hati caranya:
    1. benci akan kemungkaran tersebut.
    2. berpindah dari tempat kemungkaran tersebut.
  • Agama Islam it tidak ada kesulitan karena masih dikaitkan istitho’ah (kemampuan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *