Tafsir Al-Qur’an Surah الرعد / Ar-Ra’d Ayat 7 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{12} Yusuf / يوسف Indeks Al-Qur’an ابراهيم / Ibrahim {14}

Tafsir Al-Qur’an Surat الرعد / Ar-Ra’d (Guruh (Petir)) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 13 Tafsir ayat Ke 7.

Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 7

وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرٌ وَّلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

wa yaqụlullażīna kafarụ lau lā unzila ‘alaihi āyatum mir rabbih, innamā anta munżiruw wa likulli qaumin hād

QS. Ar-Ra’d [13] :7

Arti / Terjemah Ayat

Orang-orang yang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Kaum kafir Makkah berkata: Mengapa tidak datang kepadanya mukjizat yang bisa dilihat dengan nyata, seperti tongkat Musa dan unta Shalih. Itu bukan dalam kuasamu, wahai Rasul, karena kamu hanyalah sebagai penyampai kepada mereka, dan pemberi peringatan dari azab Allah. Bagi tiap-tiap umat ada seorang Rasul yang membimbing mereka kepada Allah Ta’ala.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menyebutkan perihal orang-orang musyrik. Mereka mengatakan dengan nada kafir dan ingkar, bahwa mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda (Mukj izat) dari Tuhannya, sebagaimana yang pernah didatangkan oleh rasul-rasul terdahulu? Mereka pernah pula mengatakan dengan nada ingkar yang isinya meminta agar Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengubah Bukit Safa menjadi emas buat mereka, dan semua bukit di Mekah dilenyapkan, lalu digantikan dengan ladang-ladang dan sungai-sungai. Allah berfirman menjawab mereka dalam ayat lainnya:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. (Al Israa’:59), hingga akhir ayat.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi per ingatan

Yakni sesungguhnya tugasmu hanyalah menyampaikan risalah Allah yang diperintahkan kepadamu untuk menyampaikannya, dan:

bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. (Al Baqarah:272)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

…tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa bagi masing-masing kaum ada penyerunya (yang menyerukan untuk menyembah Allah). Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat, bahwa Allah berfirman, “Hai Muhammad, engkau adalah pemberi peringatan, sedangkan Akulah yang memberi petunjuk (taufik) kepada setiap kaum.” Hal yang sama telah dikatakan oleh Muhammad, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.

Dari Mujahid, disebutkan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. (Ar Ra’du:7) Artinya, seorang nabi. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Faathir’:24)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah dan Abdur Rahman ibnu Zaid.

Abu Saleh dan Yahya ibnu Rafi’ mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan bagi tiap-tiap kaum ada yang memberi petunjuk.

Yakni ada pemimpinnya.

Abul Aliyah mengatakan bahwa al-hadi artinya pemimpin, pemimpin itu adalah imam, dan imam artinya beramal.

Dari Ikrimah dan Abud Duha, disebutkan sehubungan dengan makna firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

…dan bagi tiap-tiap kaum ada yang memberi petunjuk.

Keduanya mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Malik mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

…dan bagi tiap-tiap kaum ada yang memberi petunjuk.

yang menyeru mereka untuk (menyembah) Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎

Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Yahya As-Sufi, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnul Husain Al-Ansari, telah menceritakan kepada kami Mu’az ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Al-Harawi, dari Ata ibnus Saib, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa ketika diturunkannya firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ meletakkan tangan di dadanya, lalu bersabda, “Akulah pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.” Kemudian Rasul صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengisyaratkan tangannya tertuju ke pundak sahabat Ali, lalu bersabda, “Engkaulah orang yang memberi petunjuk, hai Ali, melalui engkau orang-orang yang mencari petunjuk mendapat petunjuk sesudahku.” Di dalam hadis ini terdapat kemungkaran yang sangat parah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Muttalib ibnu Ziyad, dari As-Saddi, dari Abdu Khair, dari Ali sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

Ali mengatakan bahwa pemberi petunjuk ini adalah seorang lelaki dari kalangan Bani Hasyim. Al-Junaid mengatakan bahwa dia adalah Ali ibnu Abu Talib r.a.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa hal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dalam suatu riwayat dari Abu Ja’far Muhammad ibnu Ali.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Maksudnya, orang-orang kafir melontarkan usulan ke-padamu tentang tanda-tanda kebenaran (adanya Hari Kebangkitan) sesuai yang mereka tentukan sendiri. Mereka menyatakan, لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Rabbnya?” Pernyataan ini, mereka jadikan se-bagai alasan untuk menjastifikasi sikap penolakan mereka terhadap Rasul. Padahal, beliau hanyalah seorang pemberi peringatan, tidak memiliki wewenang atas sesuatu pun. Allah-lah yang menurunkan tanda-tanda kebenaran risalah. Dia telah mendukung beliau dengan beraneka bukti kebenaran yang tidak tersembunyi bagi orang-orang yang berakal. Dengan itu, orang yang niatnya mencari kebenaran akan mendapatkan petunjuk. Adapun orang kafir, dikarenakan kezhaliman dan kebodohannya, maka akan melontarkan usulan kepada Allah tentang tanda-tanda kebenaran (yang mesti diturun-kan). Itu me-rupakan pengajuan usulan yang batil, kedustaan, dan mengada-ada. Sesungguhnya bila datang sebuah ayat (tanda ke-benaran) apa pun itu, niscaya dia tidak akan beriman dan tidak akan tunduk kepadanya. Dia menampik beriman bukan lantaran tidak ada yang menunjukkannya kepada kebenaran, tapi karena hawa nafsu dan menuruti syahwat belaka. وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ “Dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk,” maksudnya mem-punyai penyeru yang mengajak mereka menuju hidayah, dari ka-langan para rasul dan pengikut-pengikut mereka. Mereka dibekali bermacam-macam dalil dan bukti kebenaran yang menunjukkan kebenaran hidayah yang ada pada mereka.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Tidak cukup sampai di situ, kaum kafir mekah juga meminta nabi Muhammad mendatangkan mukjizat yang kasat mata seperti mukjizat nabi musa. Dan orang-orang kafir berkata dengan maksud mengejek nabi Muhammad dan kaum muslim, mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda mukjizat inderawi dari tuhannya’ sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, hanyalah seorang pemberi peringatan, petunjuk, dan bimbingan menuju jalan kebenaran; dan bagi setiap kaum di mana pun berada, selalu ada orang yang memberi petunjuk, baik itu nabi maupun pewarisnya. Usai membeberkan bukti-bukti kemahakuasaan-Nya, pada ayat berikut Allah menjelaskan betapa luas ilmu yang dimiliki-Nya. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan berupa janin, baik terkait jenis kelaminnya, berat badan, maupun tinggi badannya kelak semenjak dalam kandungan. Allah juga mengetahui batas usia dan rezeki janin tersebut ketika kelak ia lahir dan tumbuh. Allah pun mengetahui apa yang kurang sempurna dari janin itu dan apa yang bertambah sehingga janin itu tumbuh dan berkembang dalam rahim. Dan segala sesuatu, baik yang ada dalam kandungan maupun tidak, pasti ada ukuran di sisi-Nya.


Ar-Ra’d Ayat 7 Arab-Latin, Terjemah Arti Ar-Ra’d Ayat 7, Makna Ar-Ra’d Ayat 7, Terjemahan Tafsir Ar-Ra’d Ayat 7, Ar-Ra’d Ayat 7 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Ar-Ra’d Ayat 7


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Ar-Ra’d Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *