Tafsir Al-Qur’an Surah الرعد / Ar-Ra’d Ayat 10 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{12} Yusuf / يوسف Indeks Al-Qur’an ابراهيم / Ibrahim {14}

Tafsir Al-Qur’an Surat الرعد / Ar-Ra’d (Guruh (Petir)) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 13 Tafsir ayat Ke 10.

Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 10

سَوَاۤءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ اَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهٖ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۢ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِالنَّهَارِ

sawā`um mingkum man asarral-qaula wa man jahara bihī wa man huwa mustakhfim bil-laili wa sāribum bin-nahār

QS. Ar-Ra’d [13] :10

Arti / Terjemah Ayat

Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Sama saja dalam pengetahuan Allah, siapa yang merahasiakan ucapannya diantara kalian, dan siapa yang menyatakan ucapannya. Sama saja bagi-Nya siapa yang menyembunyikan perbuatannya dalam kegelapan malam, dan siapa yang menampakkan perbuatannya di siang hari.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menceritakan perihal ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu dan semua- makhluk-Nya. Sama saja bagi Allah apakah sebagian dari mereka merahasiakan ucapannya atau berterus terang, sesungguhnya Allah mendengar semuanya, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (Thaahaa:7)

dan Yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyalakan. (An Naml:25)

Siti Aisyah r.a. telah mengatakan, “Mahasuci Tuhan yang pendengaran­Nya meliputi semua suara. Demi Allah, sesungguhnya wanita yang menggugat datang kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengadukan perihal suaminya, sedangkan saat itu aku sedang berada di sebelah rumah, dan sesungguhnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menyembunyikan sebagian dari ucapannya dariku, lalu turunlah firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ yang mengatakan:

‘Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. ‘(Al Mujaadalah:1)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

dan siapa yang bersembunyi di malam hari.

Maksudnya, bersembunyi di dalam rumahnya di kegelapan malam hari.

…dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.

Yaitu menampakkan dirinya berjalan di siang hari. Kedua keadaan tersebut sama saja bagi ilmu Allah, yakni Dia mengetahui semuanya dengan sama. Hal ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Ingatlah di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain. (Huud:5), hingga akhir ayat.

Kalian tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur’an dan kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atas kalian di waktu kalian melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar daripada itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz). (Yunus:61)

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

سَوَاءٌ “Sama saja (bagi Allah),”pada ilmu, pendengaran, dan pandanganNya مِنْكُمْ مَنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهِ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِاللَّيْلِ “siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari,” berdiam di suatu tempat, tersembunyi. وَسَارِبٌ بِالنَّهَارِ “Dan yang berjalan (menam-pakkan diri) di siang hari,” maksudnya berada dalam tempat tinggal-nya di siang hari. Yang dimaksud dengan اَلسِّرْبُ, ialah tempat yang dijadikan oleh seseorang sebagai tempat persembunyian, baik di tengah rumahnya, gua, atau lubang persembunyian dan lain-lain.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Karena dia mengetahui yang gaib dan yang nyata, maka sama saja bagi Allah, siapa di antaramu yang mencoba merahasiakan ucapannya sehingga tidak diketahui orang lain, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan-Nya; dan sama mudahnya bagi-Nya untuk tahu siapa di antara kamu yang bersembunyi pada malam hari sehingga tidak diketahui orang lain, dan yang berjalan pada siang hari sehingga disaksikan orang lain. Tidak saja mengetahui sesuatu yang tersembunyi di malam hari dan yang tampak di siang hari, Allah, melalui malaikat-Nya, juga mengawasinya dengan cermat dan teliti. Baginya, yakni bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga dan mengawasi-Nya secara bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaga dan mengawasinya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah yang mahakuasa tidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, sebelum mereka mengubah keadaan diri menyangkut sikap mental dan pemikiranmereka sendiri. Dan apabila, yakni andaikata, Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum’dan ini adalah hal yang mustahil bagi Allah’maka tak ada kekuatan apa pun yang dapat menolaknya dan tidak ada yang dapat menjadi pelindung bagi mereka selain dia.


Ar-Ra’d Ayat 10 Arab-Latin, Terjemah Arti Ar-Ra’d Ayat 10, Makna Ar-Ra’d Ayat 10, Terjemahan Tafsir Ar-Ra’d Ayat 10, Ar-Ra’d Ayat 10 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Ar-Ra’d Ayat 10


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Ar-Ra’d Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43

Leave a Reply

Your email address will not be published.