Tafsir Al-Qur’an Surah الرعد / Ar-Ra’d Ayat 30 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{12} Yusuf / يوسف Indeks Al-Qur’an ابراهيم / Ibrahim {14}

Tafsir Al-Qur’an Surat الرعد / Ar-Ra’d (Guruh (Petir)) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 13 Tafsir ayat Ke 30.

Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 30

كَذٰلِكَ اَرْسَلْنٰكَ فِيْٓ اُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهَآ اُمَمٌ لِّتَتْلُوَا۟ عَلَيْهِمُ الَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُوْنَ بِالرَّحْمٰنِۗ قُلْ هُوَ رَبِّيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ مَتَابِ

każālika arsalnāka fī ummating qad khalat ming qablihā umamul litatluwā ‘alaihimullażī auḥainā ilaika wa hum yakfurụna bir-raḥmān, qul huwa rabbī lā ilāha illā huw, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi matāb

QS. Ar-Ra’d [13] :30

Arti / Terjemah Ayat

Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Quran) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah: “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat”.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Sebagaimana Kami telah mengutus para Rasul sebelummu, demikian pula Kami mengutusmu, wahai Rasul, di tengah suatu umat yang telah berlalu sebelumnya beberapa umat para Rasul, supaya kamu membacakan kepada umat ini Al Qur’an yang di turunkan kepadamu, padahal keadaan kaummu adalah ingkar terhadap keesaan ar-Rahman (Yang Maha Pemurah). Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul: Yang Maha Pemurah yang tidak kalian jadikan sebagai Ilah yang esa, adalah Rabb-ku satu-satunya, tiada sesembahan yang berhak di sembah selain Dia. Hanya kepada-Nyalah aku bersandar dan menaruh kepercayaan, serta hanya kepada-Nyalah tempat kembaliku dan kepada-Nyalah aku bertaubat.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman, “Sebagaimana Kami utus kamu, hai Muhammad, kepada umat ini,”

…supaya kamu membacakan kepada mereka (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu.

Yakni agar kamu menyampaikan kepada mereka risalah dari Allah buat mereka, begitu pula Kami telah mengutus (utusan-utusan Kami) kepada umat-umat terdahulu yang kafir kepada Allah. Para utusan sebelum kamu telah didustakan oleh umatnya masing-masing, maka engkau mempunyai suri teladan dari para rasul pendahulumu. Dan sebagaimana Kami telah menimpakan azab dan pembalasan kami kepada mereka yang kafir di masa lalu, maka hendaklah umatmu pun berhati-hati, jangan sampai tertimpa azab dan pembalasan-Ku yang pernah menimpa para pendahulu mereka. Karena sesungguhnya pendustaan umatmu terhadap kamu jauh lebih parah daripada pendustaan yang dialami oleh para rasul terdahulu dari umatnya.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ telah berfirman:

Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu. (An Nahl:63)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu. tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. (Al An’am:34)

Menerangkan tentang bagaimana Kami tolong mereka dan Kami jadikan bagi mereka akibat yang baik —begitu pula bagi para pengikut mereka— di dunia dan akhirat.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

…padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

Yakni umat yang Kami utus kamu kepada mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Mereka tidak mengakui-Nya, karena mereka menolak penyebutan Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya. Dalam perjanjian Hudaibiyah mereka menolak menulis kalimat Bismillahir Rahmanir Rahim, dan mereka mengatakan, “Kami tidak mengenal Rahman dan Rahim” Demikianlah yang dikatakan oleh Qatadah, sedangkan hadis mengenainya berada di dalam kitab Sahih Bukhari. Padahal Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ telah berfirman di dalam Kitab-Nya:

Katakanlah, “Serulah Allah, atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kalian seru, Dia mempunyai al-asmd-ul husna (nama-nama yang terbaik). (Al Israa’:110)

Di dalam kitabSahih Muslim, dari Abdullah ibnu Umar, disebutkan bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bersabda:

Sesungguhnya nama yang paling disukai oleh Allah ialah Abdullah dan Abdur Rahman.

Katakanlah, “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia.”

Yakni Tuhan yang kalian ingkari itu aku beriman kepada-Nya dan mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Rabb kami. Dia adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Dia.

…hanya kepada-Nya aku bertawakal.

dalam semua urusanku.

…dan hanya kepada-Nya aku bertobat.

Artinya, hanya kepada-Nya aku kembali dan bertobat, karena sesungguhnya tiada yang patut mendapat kedudukan tersebut selain Dia.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada NabiNya, Muhammad, كَذَلِكَ أَرْسَلْنَاكَ “Demikianlah, Kami telah mengutus kamu,” kepada kaum-mu, untuk menyeru mereka kepada hidayah فِي أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهَا أُمَمٌ “pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya,” Kami telah mengutus kepada mereka para rasul Kami. Engkau bukanlah seorang rasul yang pertama dari para rasul yang ada, hingga mereka merasa perlu mengingkari risalahmu. Dan engkau pun tidak mengatakan sesuatu dari dirimu sendiri. Bahkan engkau itu membacakan ayat-ayat Allah kepada mereka yang Allah wahyu-kan kepadamu, yang akan membersihkan hati dan menyucikan jiwa. Dan sebenarnya, kaummu itu mengingkari ar-Rahman. Mereka tidak membalas rahmat dan kebaikanNya –yang paling besar ada-lah, Kami mengutus dirimu kepada mereka sebagai rasul dan me-nurunkan kitab kepadamu– dengan sambutan dan rasa syukur. Justru mereka menyikapinya dengan pengingkaran dan penolakan. Tidakkah mereka mengambil pelajaran dengan orang-orang yang telah berlalu dari umat-umat yang telah mendustakan, bagaimana Allah menyiksa mereka lantaran dosa-dosa mereka? قُلْ هُوَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ “Katakanlah, ‘Dia-lah Rabbku, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia,” ayat ini mengandung [dua bentuk tauhid]: tauhid ulu-hiyah dan tauhid rububiyah. Dia adalah Rabbku yang telah mendi-dikku dan memeliharangaturku dengan berbagai nikmatNya semenjak Dia menciptakanku. Dia-lah Ilahku (sesembahanku) yang عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ “hanya kepadaNya aku bertawakal,” di seluruh urusanku, dan kepada-Nya-lah aku berinabah, maksudnya aku kembali kepadaNya dalam ibadahku dan kebutuhan-kebutuhanku.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Orang kafir dengan nada mengejek meminta rasul untuk mendatangkan mukjizat yang kasat mata. Mereka lupa bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat yang begitu nyata. Wahai nabi Muhammad, demikianlah, kami telah mengutus engkau kepada suatu umat’yakni seluruh manusia sampai akhir zaman’yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat yang kepada mereka juga dikirim para rasul. Kami mengutusmu agar engkau bacakan kepada mereka Al-Qur’an yang kami wahyukan kepadamu, padahal mereka tetap saja ingkar kepada tuhan yang maha pengasih, maha penyayang. Katakanlah, dia yang maha pengasih dan penyayang itu adalah tuhanku, dan tidak ada tuhan yang layak disembah selain dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan berserah diri, dan hanya kepada-Nya aku bertobat dan memohon ampunan. Dan peringatkanlah orang kafir bahwa sekiranya ada suatu bacaan dalam bentuk kitab suci yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan dari tempatnya semula, atau bumi jadi terbelah dan mengalirkan sungai-sungai, atau orang yang sudah mati kembali hidup dan dapat berbicara’sekiranya Allah menghendaki’maka bacaan itu adalah Al-Qur’an, bukti kerasulan nabi Muhammad. Sebenarnya segala urusan itu adalah milik Allah dan atas kehendak serta kewenangan-Nya. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki, tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya sehingga semua beriman tanpa kecuali. Dan orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur’an senantiasa ditimpa bencana, seperti kekalahan melawan kaum mukmin, disebabkan perbuatan buruk mereka sendiri, atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai akhirnya datang janji Allah berupa kemenangan kaum mukmin dalam penaklukan kota mekah. Sungguh, Allah tidak akan pernah menyalahi janji.


Ar-Ra’d Ayat 30 Arab-Latin, Terjemah Arti Ar-Ra’d Ayat 30, Makna Ar-Ra’d Ayat 30, Terjemahan Tafsir Ar-Ra’d Ayat 30, Ar-Ra’d Ayat 30 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Ar-Ra’d Ayat 30


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Ar-Ra’d Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43

Leave a Reply

Your email address will not be published.