Tafsir Al-Qur’an Surah ابراهيم / Ibrahim Ayat 1 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{13} Ar-Ra’d / الرعد Indeks Al-Qur’an الحجر / Al-Hijr {15}

Tafsir Al-Qur’an Surat ابراهيم / Ibrahim (Nabi Ibrahim) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 14 Tafsir ayat Ke 1.

Al-Qur’an Surah Ibrahim Ayat 1

الۤرٰ ۗ كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ەۙ بِاِذْنِ رَبِّهِمْ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ

alif lām rā, kitābun anzalnāhu ilaika litukhrijan-nāsa minaẓ-ẓulumāti ilan-nụri bi`iżni rabbihim ilā ṣirāṭil-‘azīzil-ḥamīd

QS. Ibrahim [14] :1

Arti / Terjemah Ayat

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Alif, Lam, Ra. Penjelasan tentang penggalan huruf (huruf al-muqaththa’ah) ini telah di bahas pada awal surah Al Baqarah. Al-Qur’an ini adalah Kitab yang Kami wahyukan kepadamu, wahai Rasul, agar kamu mengeluarkan manusia dari kesesatan kepada petunjuk dan cahaya yang terang (dengan izin Rabb mereka dan taufik-Nya kepada mereka, kepada Islam yang notabene adalah jalan Allah yang menang lagi terpuji dalam segala keadaan.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan tafsir mengenai huruf-huruf terpisah yang terdapat dalam permulaan banyak surat.

…(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu.

Maksudnya, ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu, Muhammad. Yang dimaksud ialah Al-Qur’an yang merupakan Kitab yang paling mulia, yang diturunkan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ dari langit kepada rasul yang paling mulia. Allah telah mengutusnya di bumi ini kepada semua penduduknya, baik yang berbangsa Arab maupun ‘Ajam (non-Arab).

…supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang.

Dengan kata lain, sesungguhnya Kami mengutusmu —hai Muhammad— dengan membawa Kitab (Al-Qur’an) ini tiada lain untuk mengeluarkan manusia dari kesesatan menuju jalan petunjuk dan kebenaran, seperti yang diungkapkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah Pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). (Al Baqarah:257), hingga akhir ayat.

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Qur’an) supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya. (Al Hadiid:9)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

…dengan izin Tuhan mereka.

Artinya, Dialah yang memberi petunjuk kepada orang yang telah ditakdirkan-Nya mendapat petunjuk melalui Rasul-Nya yang diutus untuk membawa perintah-Nya. Rasul memberi mereka petunjuk:

…menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa.

Yakni Yang Mahaperkasa, tiada yang dapat menandingi dan tiada yang dapat mengalahkan-Nya, bahkan Dia Maha Mengalahkan semuanya.

…lagi Maha Terpuji.

Allah Maha Terpuji dalam semua perbuatan, perkataan, syariat, perintah, dan larangan-Nya, lagi Mahabenar dalam berita-Nya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Allah ‘Azza wa Jalla memberitahukan bahwa Dia telah menurunkan kitabNya kepada RasulNya Muhammad, demi kemaslahatan para makhluk. Yaitu untuk mengentaskan manusia dari kegelapan ke-bodohan, kekufuran, dan perangai-perangai yang buruk serta be-ragam maksiat menuju cahaya ilmu, iman dan akhlak yang baik. Firman Allah بِإِذْنِ رَبِّهِمْ “dengan izin Rabb mereka”, maksud-nya tidak akan terwujud hal yang mereka sukai karena (mencari ridha) Allah, melainkan dengan kehendak dan pertolongan dari Allah. Hal ini mengandung anjuran bagi para hamba untuk meminta bantuan kepada Rabb mereka. Kemudian Allah menerangkan arti ‘cahaya’ yang mana kitab ini memberi petunjuk mereka kepada cahaya itu seraya berfirman, إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ “(yaitu) menuju jalan Rabb Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji,” maksudnya jalan yang menghubungkan kepadaNya dan ke kampung kemuliaan-Nya, yang mencakup penguasaan ilmu kebenaran dan pengamalan-nya. Dalam penyebutan nama Allah al-‘Aziz dan al-Hamid (Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji) sesudah penyebutan jalan yang menghubungkan menuju kemuliaanNya secara implisit, terkandung isyarat bahwa siapa saja yang menelusurinya (jalan tersebut), maka dia akan menjadi orang yang penuh kemuliaan dengan kemuliaan dari Allah, insan yang kuat meskipun tanpa pendukung kecuali Allah, terpuji dalam segala urusannya, dan akhir hidupnya pun baik. Itu semua sungguh membuktikan bahwa jalan Allah menjadi salah satu bukti kuat tentang kepemilikan Allah atas sifat-sifat yang sem-purna dan agung, dan bahwa Dzat yang menegakkan jembatan tersebut adalah Dzat yang mempunyai kekuasaan yang kuat, terpuji dalam setiap ucapan, tindakan dan ketetapan hukumNya, dan bah-wa Dia diibadahi dengan berbagai jenis ibadah yang merupakan anak tangga menuju Sirath al-Mustaqim. Dan bahwa sebagaimana Allah menguasai kerajaan langit dan bumi, dalam aspek penciptaan, pemberian rizki dan pengaturan, maka Dia juga menguasai hak penetapan hukum atas hamba-hambaNya dengan hukum-hukum agama. Sebab mereka adalah milikNya, dan tidak sepantasnya bagi Allah membiarkan mereka begitu saja dengan sia-sia. Usai menerangkan dalil dan buktinya, maka Allah mengan-cam orang-orang yang tidak patuh terhadap ketentuan tersebut. Allah berfirman, وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ “Dan celakalah orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih”, yang tidak bisa diper-kirakan kadar tingkat (kepedihan)nya dan tidak bisa dideskripsi-kan hakikat siksaanNya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Surah ar-ra’d diakhiri dengan penegasan bahwa Allah dan orangorang yang diberi al-kitab akan menjadi saksi atas kebenaran risalah nabi Muhammad. Sebagai sambungannya, surah ibrahim ini lalu diawali dengan penjelasan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an kepada nabi Muhammad untuk mengajak manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Allah. Alif laam raa’. Ini adalah kitab Al-Qur’an yang kami turunkan kepadamu, wahai nabi Muhammad, agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kemusyrikan kepada cahaya tauhid yang terang-benderang, dengan izin tuhan, yaitu menuju jalan tuhan yang mahaperkasa lagi maha terpuji. Allah yang mahaperkasa itulah yang memiliki apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi. Bukti-bukti tentang wujud, keesaan, dan kekuasaan Allah berulang kali dijelaskan, tetapi masih banyak orang yang mengingkari. Oleh sebab itu, celakalah bagi orang yang ingkar kepada tuhan karena mereka pasti akan mendapat siksaan yang sangat berat.


Ibrahim Ayat 1 Arab-Latin, Terjemah Arti Ibrahim Ayat 1, Makna Ibrahim Ayat 1, Terjemahan Tafsir Ibrahim Ayat 1, Ibrahim Ayat 1 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Ibrahim Ayat 1


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Ibrahim Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *