Tafsir Al-Qur’an Surah النحل / An-Nahl Ayat 86 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{15} Al-Hijr / الحجر Indeks Al-Qur’an الإسراء / Al-Isra {17}

Tafsir Al-Qur’an Surat النحل / An-Nahl (Lebah) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 16 Tafsir ayat Ke 86.

Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 86

وَاِذَا رَاَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا شُرَكَاۤءَهُمْ قَالُوْا رَبَّنَا هٰٓؤُلَاۤءِ شُرَكَاۤؤُنَا الَّذِيْنَ كُنَّا نَدْعُوْا مِنْ دُوْنِكَۚ فَاَلْقَوْا اِلَيْهِمُ الْقَوْلَ اِنَّكُمْ لَكٰذِبُوْنَۚ

wa iżā ra`allażīna asyrakụ syurakā`ahum qālụ rabbanā hā`ulā`i syurakā`unallażīna kunnā nad’ụ min dụnik, fa alqau ilaihimul-qaula innakum lakāżibụn

QS. An-Nahl [16] :86

Arti / Terjemah Ayat

Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari Engkau”. Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya kamu benar-benar orang-orang yang dusta”.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Ketika orang-orang musyrik pada hari kiamat melihat sembahan-sembahan yang mereka sembah di samping Allah, maka mereka berkata: Wahai Rabb kami, inilah sekutu-sekutu kami yang dulu kami sembah selain-Mu. Maka, sembahan-sembahan itupun mendustakan orang-orang yang dulu menyembahnya, dengan mengatakan: Sesungguhnya kalian, wahai orang-orang musyrik, benar-benar pendusta, ketika kalian menjadikan kami sebagai sekutu-sekutu bagi Allah dan kalian menyembah kami di samping menyembah-Nya. Kami tidak pernah memerintahkannya kepada kalian, dan tidak pula kami menyangka bahwa kami berhak disembah. Maka, celaan itu patut bagi kalian.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menceritakan tentang sikap berlepas diri tuhan-tuhan mereka dari perbuatan mereka di saat mereka sangat memerlukan sembahan-sembahan mereka. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman:

Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka.

Yakni apabila orang-orang yang menyembah berhala-berhala itu sewaktu di dunia melihat sembahan-sembahan mereka.

Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari Engkau.” Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka, “Sesungguhnya kalian benar-benar orang-orang yang dusta.”

Yakni sembahan-sembahan mereka menjawab, “Kalian dusta, tiadalah kami perintahkan kalian untuk menyembah kami,” seperti yang disebutkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperke­nankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (mem­perhatikan) doa mereka? Dan apabila manusia (mereka) dikumpul­kan (pada hari kiamat) niscaya sembahan -sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka. ( Al-Ahqaf: 5-6)

Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka, sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi’ musuh bagi mereka. (Maryam:81-82)

Al-khalil (yakni Nabi Ibrahim) mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:

kemudian di hari kiamat sebagian kalian mengingkari sebagian yang lain. (Al-‘Ankabut: 25), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎: Dikatakan (kepada mereka), “Serulah oleh kalian sekutu-sekutu kalian.” (Al-Qashash 64), hingga akhir ayat.

Ayat-ayat yang menjelaskan hal ini —yaitu pernyataan lepas diri dari para sekutu kepada para penyembahnya— cukup banyak.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

{وَإِذَا رَأَى الَّذِينَ أَشْرَكُوا شُرَكَاءَهُمْ} “Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka,” pada Hari Kiamat, dan mereka menyadari kebatilannya, tanpa mampu meng-ingkarinya, {قَالُوا رَبَّنَا هَؤُلاءِ شُرَكَاؤُنَا الَّذِينَ كُنَّا نَدْعُوا مِنْ دُونِكَ} “mereka berkata, ‘Ya Rabb kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang mereka dahulu kami sembah selain dariMu’.” Mereka itu tidak mempunyai keman-faatan dan bantuan pertolongan. Mereka mengisyaratkan pada (aspek) kebatilannya dan mengingkarinya. Mulailah benih kebencian dan permusuhan antara mereka dan sekutu-sekutu itu. {فَأَلْقَوْا إِلَيْهِمُ الْقَوْلَ} “Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka,” maksud-nya para sekutu itu pun membantah perkataan mereka, dan berkata kepada mereka, {إِنَّكُمْ لَكَاذِبُونَ} “Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang dusta,” lantaran menjadikan kami sebagai sekutu bagi Allah dan menyembah kami bersamaNya. Kami tidak pernah me-nyuruh kalian untuk melakukannya, dan kami pun tidak pernah mengklaim bahwa kami pantas menyandang uluhiyah. Celaan itu hanya tertuju pada kalian (saja).

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Selain siksaan, kepada orang yang berbuat syirik juga diperlihatkan sekutu-sekutu yang mereka sembah. Dalam kaitan itu Allah menyatakan, dan apabila orang yang mempersekutukan Allah melihat sekutu-sekutu, yakni berhala atau sesembahan yang mereka persekutukan kepada Allah, mereka berkata, ya tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu-Mu dalam pandangan dan sangkaan kami yang di dunia dahulu kami sembah selain engkau. Kami mengira dengan begitu mereka dapat mendekatkan kami kepada-Mu. Harapan itu ternyata tidak benar. Karena itu, ringankanlah siksa kami dan timpakanlah sebagian siksa itu kepada mereka. Mendengar ucapan tersebut, lalu sekutu mereka menyatakan dengan tegas kepada mereka, kamu benar-benar pendusta. Kamu menjadikan kami sebagai sekutu Allah, padahal kami bukanlah sekutu-Nya. Kalianlah menyembah kami atas kehendak nafsu kalian sendiri. Permohonan keringanan siksa yang mereka ajukan kepada Allah menjadi sia-sia belaka. Dan pada hari itu pula mereka menyatakan tunduk dan berserah diri kepada Allah semata, dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan; batAllah keyakinan mereka selama di dunia bahwa sesembahan itu dapat menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.


An-Nahl Ayat 86 Arab-Latin, Terjemah Arti An-Nahl Ayat 86, Makna An-Nahl Ayat 86, Terjemahan Tafsir An-Nahl Ayat 86, An-Nahl Ayat 86 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan An-Nahl Ayat 86


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat An-Nahl Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *