Tafsir Al-Qur’an Surah سبإ / Saba Ayat 1 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{33} Al-Ahzab / الأحزاب Indeks Al-Qur’an فاطر / Fatir {35}

Tafsir Al-Qur’an Surat سبإ / Saba (Kaum Saba’) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 34 Tafsir ayat Ke 1.

Al-Qur’an Surah Saba Ayat 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى الْاٰخِرَةِۗ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ

al-ḥamdu lillāhillażī lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa lahul-ḥamdu fil`ākhirah, wa huwal-ḥakīmul-khabīr

QS. Saba [34] :1

Arti / Terjemah Ayat

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Pujian kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya di mana seluruhnya adalah sifat-sifat kesempurnaan, dan dengan nikmat-nikmat-Nya yang lahir maupun yang batin, yang bersifat agama maupun dunia. Dia yang memiliki apa yang dilangit dan dibumi, dan bagi-Nya sanjungan sempurna di akhirat. Dia Maha Bijaksana dalam perbuatan-Nya, Maha Mengenal makhluk-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menceritakan perihal diri-Nya Yang Mahamulia, bahwa bagi-Nyalah segala puji yang mutlak di dunia dan di akhirat. Karena Dialah Yang Memberi nikmat dan karunia kepada penduduk dunia dan akhirat, Yang Memiliki semuanya itu, dan Yang Menguasai kesemuanya. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui, firman-Nya.

Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji didunia dan Akhirat dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Al-Qasas: 70)

Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi. (Saba’:1)

Yakni semuanya adalah milik-Nya dan hamba-hamba-Nya, serta berada di bawah kekuasaan dan pengaturan-Nya. Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia. (Al-Lail: 13)

Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman:

dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. (Saba’:1)

Dialah yang berhak disembah selamanya lagi Yang dipuji sepanjang masa.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan Dialah Yang Mahabijaksana. (Saba’:1)

dalam semua ucapan, perbuatan, syariat, dan takdir-Nya.

lagi Maha Mengetahui. (Saba’:1)

Tiada sesuatu pun yang tersembunyi lagi samar bagi-Nya, dan tiada sesuatu pun yang gaib (tidak kelihatan) oleh-Nya.

Malik telah meriwayatkan dari Az-Zuhri, bahwa makna yang dimaksud ialah Allah Maha Mengetahui makhluk-Nya lagi Mahabijaksana dalam perintah-Nya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

(1) الْحَمْدُ “Segala puji,” menyanjung dengan sifat-sifat yang terpuji dan perbuatan-perbuatan yang baik. Maka milik Allahlah segala puji, karena semua sifat-sifatNya terpuji, karena keberadaannya sebagai sifat-sifat kesempurnaan, dan perbuatan-perbuatanNya pun terpuji, karena semuanya berkisar pada karunia yang terpuji dan disyukuri, dan pada keadilan yang terpuji dan diakui kebijaksanaanNya padanya.

Di sini Allah memuji diriNya, karena لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ “milikNyalah apa yang di langit dan apa yang di bumi,” baik raja ataupun budak sahaya; Dia berbuat terhadap mereka dengan pujianNya, وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ “dan bagiNya pula segala puji di akhirat,” karena di akhirat nanti akan tampak pujian dan sanjungan kepadaNya yang tidak tampak di dunia. Apabila Allah ﷻ telah selesai memberikan keputusan di antara manusia semuanya, dan semua manusia melihat apa yang diputuskanNya, kesempurnaan keadilanNya dan kebijaksanaanNya di dalamnya, maka mereka semua pun memujiNya atas hal ini, sampai orang-orang yang mendapat siksa, tidaklah mereka masuk neraka melainkan hati mereka penuh dengan pujian kepadaNya, dan (mereka mengakui) bahwa sesungguhnya siksaan ini adalah akibat dari amal perbuatan mereka sendiri, dan bahwa sesungguhnya Allah Maha adil dalam keputusanNya menyiksa mereka.

Adapun tampaknya pujian kepadaNya di dalam negeri yang penuh nikmat dan pahala (surga), maka hal ini sudah sangat banyak diberitakan oleh nash-nash mutawatir dan dibuktikan oleh dalil sam’i (wahyu) dan aqli. Sebab, mereka di surga melihat limpahan nikmat Allah, curahan kebaikanNya, banyaknya berkahNya dan sangat luasnya pemberianNya yang mana tidak ada satu impian pun dan tidak pula suatu keinginan pun yang tersisa melainkan pasti telah diberi melebihi dari apa yang diimpikan dan diinginkannya. Bahkan mereka diberi kebaikan yang belum pernah terbetik dalam anganangan mereka dan belum pernah terlintas di dalam hati mereka. Lalu bagaimana menurut Anda dengan pujian mereka kepada Rabbnya dalam kondisi seperti ini, di samping di dalam surga itu pun, semua penghalang dan rintangan yang bisa menghalangi manusia untuk mengenal Allah, mencintai dan memujiNya menjadi sirna, dan hal ini menjadi yang paling disukai oleh para penghuninya daripada segala kenikmatan, dan terasa lebih lezat bagi mereka daripada segala kelezatan?

Maka dari itu, apabila mereka melihat Allah ﷻ dan mendengar ucapanNya di saat Dia berbicara kepada mereka, maka hal ini membuat mereka lupa terhadap segala kenikmatan, dan dzikir mereka di dalam surga seperti nafas, terus mengalir sepanjang waktu. Apalagi kalau Anda diberi tambahan nikmat yaitu Allah menampakkan setiap saat bagian dari keagungan Allah, kebesaran, keindahan dan keluasan kesempurnaanNya bagi ahli surga di dalam surga, hal yang mewajibkan mereka makin memuji dan menyanjungNya.

وَهُوَ الْحَكِيمُ “Dan Dialah Yang Mahabijaksana,” di dalam kekuasaan dan wewenangNya, Mahabijaksana dalam perintah dan laranganNya, الْخَبِيرُ “lagi Maha Mengetahui” rahasia segala perkara.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Pada bagian pungkasan surah al-a’z’b Allah menegaskan pen-tingnya menunaikan amanat. Di sana Allah juga mengancam orang munafik dan kafir dengan azab yang pedih dan mengampuni dosa orang yang bertobat, karena Allah maha pengampun dan maha penyayang. Surah saba’ lantas diawali dengan pujian kepada Allah, pemilik apa saja yang ada di langit dan bumi. Segala puji bagi Allah yang memiliki, menguasai, dan mengatur apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan segala puji di akhirat juga bagi Allah karena dialah penguasa dan pengendali kehidupan akhirat. Dan dialah yang mahabijaksana dalam tindakan dan ciptaan-Nya, mahateliti sehingga mengetahui semua urusan secara rinci. 2. Dengan kemahatelitian-Nya, dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, seperti binatang-binatang, air, dan lain-lain. Dia juga mengetahui apa yang keluar darinya seperti benih yang tumbuh, air yang memancar, dan lain-lain. Allah pun mengetahui apa yang turun dari langit seperti malaikat, hujan, dan sebagainya, dan apa yang naik kepadanya seperti uap, doa dan lain-lain. Dan dialah yang maha penyayang kepada semua hamba-Nya, maha pengampun kepada siapa pun yang bertobat.


Saba Ayat 1 Arab-Latin, Terjemah Arti Saba Ayat 1, Makna Saba Ayat 1, Terjemahan Tafsir Saba Ayat 1, Saba Ayat 1 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Saba Ayat 1


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Saba Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *