Tafsir Al-Qur’an Surah الدخان / Ad-Dukhan Ayat 56 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{43} Az-Zukhruf / الزخرف Indeks Al-Qur’an الجاثية / Al-Jathiyah {45}

Tafsir Al-Qur’an Surat الدخان / Ad-Dukhan (Kabut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 44 Tafsir ayat Ke 56.

Al-Qur’an Surah Ad-Dukhan Ayat 56

لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا الْمَوْتَ اِلَّا الْمَوْتَةَ الْاُوْلٰىۚ وَوَقٰىهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِۙ

lā yażụqụna fīhal-mauta illal-mautatal-ụlā, wa waqāhum ‘ażābal-jaḥīm

QS. Ad-Dukhan [44] :56

Arti / Terjemah Ayat

mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

(56,57,58) Orang-orang yang bertakwa itu tidak akan merasakan kematian di surga setelah kematiannya yang pertama di dunia. Allah menjauhkan orang-orang bertakwa itu dari siksa neraka sebagai karunia dan kebaikan dari-Nya. Inilah kemuliaan yang Kami berikan kepada orang-orang bertakwa di akhirat, sebuah kemenangan besar yang tidak ada lagi kemenangan setelahnya. Wahai Muhammad, maka sesungguhnya Kami telah memudahkan lafaz dan makna Al-Qur’an dengan bahasamu agar mereka mendapat pelajaran dan terhindar.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. (Ad-Dukhan: 56)

Ini merupakan istisna yang menguatkan nafi, karena sesungguhnya ungkapan ini adalah istisna munqati’, yang artinya ialah mereka tidak akan merasakan mati lagi di dalam surga untuk selama-lamanya. Seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain, bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bersabda:

maut didatangkan dalam rupa kambing gibasy yang bertanduk, lalu dihentikan di antara surga dan neraka, kemudian disembelih, dan dikatakan, “Hai ahli surga, kekallah, tiada kematian lagi. Hai ahli neraka, kekallah tiada kematian lagi.”

Dalam tafsir surat Maryam a.s, hadis ini telah dikemukakan.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan As-Sauri, dari Abu Ishaq, dari Abu Muslim Al-Agar, dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bersabda: Dikatakan kepada ahli surga, “Sesungguhnya kalian akan tetap sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya, dan sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati selama-lamanya. Dan kalian akan hidup dengan nikmat, dan tidak akan sengsara selama-lamanya. Dan kalian akan tetap muda dan tidak akan tua lagi selama-lamanya.”

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini dari Ishaq ibnu Rahawaih dan Abd ibnu Humaid, keduanya dari Abdur Razzaq dengan sanad yang sama. Abu Ishaq dan ulama Iraq menyebut Abu Muslim Al-Agar, sedangkan ulama Madinah menyebutnya Abu Abdullah Al-Agar.

Abu Bakar ibnu Abu Daud As-Sijistani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Hafs, dari ayahnya, dari Ibrahim ibnu Tuhman, dari Al-Hajjaj (yakni Ibnu Hajjaj), dari Ubadah, dari Ubaidillah ibnu Amr, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bersabda: Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya masuk surga. Dia hidup nikmat di dalamnya dan tidak akan sengsara, dan ia hidup kekal di dalamnya tidak akan mati, dan pakaiannya tidak akan rusak serta kemudaannya tidakakan luntur (hilang).

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Muhammad An-Naqid, telah menceritakan kepada kami salim ibnu Abdullah Ar-Ruqqi, telah menceritakan kepada kami Mus’ab ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Imran ibnur Rabi’ Al-Kufi, dari Yahya ibnu Sa’id Al-Ansari, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir r.a. yang mengatakan bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah ditanya, “Apakah ahli surga tidur?” Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjawab: Tidur itu adalah saudaranya mati, maka ahli surga itu tidak tidur.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Murdawaih di dalam kitab tafsirnya:

bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Qasim ibnu Sadaqah Al-Masri, telah menceritakan kepada kami Al-Miqdam ibnu Daud, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Sufyan As-Sauri, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir ibnu Abdullah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bersabda: Tidur itu saudaranya mati, maka ahli surga tidak tidur.

Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan di dalam kitab musnadnya:

telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yusuf Al-Faryabi, dari Sufyan, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir r.a. yang mengatakan bahwa pernah ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apakah ahli surga itu tidur?” Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjawab: Tidak, tidur itu adalah saudaranya mati.

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa kami tidak mengetahui ada seseorang yang meng-isnad-kan hadis ini dari Ibnul Munkadir, dari Jabir r.a. selain As-Sauri, dan tiada pula yang dari As-Sauri selain Al-Faryabi. Demikianlah menurutnya, dan mengenai perselisihan dalam hal ini telah disebutkan sebelumnya; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka. (Ad-Dukhan: 56)

Yakni selain mendapatkan nikmat yang besar lagi kekal ini, mereka dipelihara dari azab yang pedih, yaitu azab neraka Jahim dan Allah menyelamatkan mereka serta menjauhkan mereka dari azab itu. Dengan demikian, berarti mereka memperoleh yang diinginkan dan diselamatkan dari yang ditakutkan.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Karena itu Allah ﷻ berfirman, لا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلا الْمَوْتَةَ الأولَى “Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia,” yakni, tidak ada kematian dalam surga secara keseluruhan. Andai di surga ada kematian yang dikecualikan, tentu kematian pertama yang ada di dunia tidak dikecualikan. Semua yang mereka damba dan harap ada secara sempurna.

وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ “Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka.”

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

56-57. Mereka tidak akan merasakan di dalamnya, yakni dalam surga itu, kematian selain kematian pertama sewaktu mereka di dunia. Allah melindungi mereka dari azab neraka, sebagai karunia dari tuhanmu, wahai Muhammad. Demikian itulah kemenangan yang agung yang akan di peroleh oleh orang-orang yang taat dan patuh kepada Allah di akhirat nanti


Ad-Dukhan Ayat 56 Arab-Latin, Terjemah Arti Ad-Dukhan Ayat 56, Makna Ad-Dukhan Ayat 56, Terjemahan Tafsir Ad-Dukhan Ayat 56, Ad-Dukhan Ayat 56 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Ad-Dukhan Ayat 56


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Ad-Dukhan Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59

Leave a Reply

Your email address will not be published.