Tafsir Al-Qur’an Surah محمد / Muhammad Ayat 18 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{46} Al-Ahqaf / الأحقاف Indeks Al-Qur’an الفتح / Al-Fath {48}

Tafsir Al-Qur’an Surat محمد / Muhammad (Muhammad) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 47 Tafsir ayat Ke 18.

Al-Qur’an Surah Muhammad Ayat 18

فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا السَّاعَةَ اَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۚ فَقَدْ جَاۤءَ اَشْرَاطُهَا ۚ فَاَنّٰى لَهُمْ اِذَا جَاۤءَتْهُمْ ذِكْرٰىهُمْ

fa hal yanẓurụna illas-sā’ata an ta`tiyahum bagtah, fa qad jā`a asyrāṭuhā, fa annā lahum iżā jā`at-hum żikrāhum

QS. Muhammad [47] :18

Arti / Terjemah Ayat

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang?

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Tidak ada lagi yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang mendustakan itu melainkan datangnya hari kiamat yang telah dijanjikan bagi mereka yang datangnya secara tiba-tiba dan sungguh telah jelas tanda-tandanya. Akan tetapi tidak berguna bagi mereka ketika mereka sadar ketika kiamat itu datang.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba. (Muhammad: 18)

Yakni sedangkan mereka dalam keadaan lalai darinya.

karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. (Muhammad: 18)

Yaitu tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya saat kiamat. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu. Telah dekat terjadinya hari kiamat. (An-Najm: 56-57)

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (Al-Qamar: 1)

Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya (An-Nahl: 1)

Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya). (Al-Anbiya: 1)

Dengan diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ merupakan salah satu pertanda dekatnya hari kiamat, karena beliau adalah penutup para rasul yang melaluinya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menyempurnakan agama dan menegakkan hujah-Nya kepada semua umat manusia. Dan sesungguhnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sendiri telah memberitakan tentang tanda-tanda dan syarat-syarat dekatnya hari kiamat, bahkan beliau menjelaskannya dengan keterangan yang belum pernah disampaikan oleh seorang nabi pun sebelumnya, seperti yang telah diterangkan di dalam babnya.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa diutusnya Nabi Muhammad merupakan salah satu pertanda dekatnya hari kiamat, dan kenyataannya memang seperti yang dikemukakannya. Karena itulah disebutkan bahwa di antara nama Nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (yakni julukannya) ialah bahwa beliau adalah nabi taubat, nabi malhamah(heroik) lagi penghimpun, yang semua umat manusia dihimpunkan di bawah kedua telapak kakinya; dan nabi yang terakhir, yakni tiada nabi lagi sesudahnya.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Miqdam, telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Abu Raja, telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Sa’d r.a. yang mengatakan bahwa ia pernah menyaksikan Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berisyarat dengan kedua jarinya, yaitu jari tengah dan jari yang mengiringinya seraya bersabda: Aku diutus sedang (jarak antara) aku dan hari kiamat sama seperti kedua jari ini.

Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang? (Muhammad: 18)

Yakni bagaimanakah dengan kesadaran orang-orang kafir itu apabila hari kiamat telah terjadi, di saat tiada gunanya lagi bagi mereka hal tersebut. Semakna dengan firman-Nya:

dan pada hari itu ingatlah manusia, tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. (Al-Fajr: 23)

Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

dan (di waktu itu) mereka berkata, “Kami beriman kepada Allah, ” bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu? (Saba: 52)

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Artinya, tidaklah mereka yang mendustakan itu menanti {إِلا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً} “melainkan Hari Kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba,” yakni, secara begitu saja tanpa abaaba sedangkan mereka tidak merasakan, {فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا} “karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya,” yakni tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya Hari Kiamat. {فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ} “Maka apakah faidahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Hari Kiamat sudah datang?” Artinya, lantas dari manakah mereka bisa ingat dan bertaubat ketika Hari Kiamat telah datang dan ajal mereka telah terputus? Waktu untuk ingat sudah tidak ada lagi bagi mereka, mereka telah diberi usia panjang di dunia yang andai mereka bisa mengambil peringatan, tentulah mereka ingat dan peringatan telah datang kepada mereka.

Dalam penjelasan ini terdapat dorongan untuk mempersiapkan diri sebelum dijemput oleh kematian, karena kematian seseorang itulah kiamatnya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Orang munafik itu telah tertutup hatinya dari petunjuk Allah, ke-imanan mereka tidak dapat diharapkan lagi, maka bagi orang-orang munafik itu apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari kiamat, yang pasti datangnya dan akan datang hari yang dijanjikan itu kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya, di antaranya kehadiran nabi Muhammad sebagai nabi penutup, sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat itu sudah datang’ tidak ada lagi gunanya kesadaran yang terlambat datangnya. 19. Setelah Allah menjelaskan bahwa kesadaran tidak lagi berguna setelah berakhirnya kehidupan dunia, maka Allah menyuruh rasul-Nya agar teguh pendirian dan agar memohonkan ampunan untuk para pengikutnya. Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas dosa orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha kamu mencari bermacam-macam keperluan hidupmu di dunia dan mengetahui tempat tinggalmu untuk beristirahat setelah engkau bekerja sepanjang hari.


Muhammad Ayat 18 Arab-Latin, Terjemah Arti Muhammad Ayat 18, Makna Muhammad Ayat 18, Terjemahan Tafsir Muhammad Ayat 18, Muhammad Ayat 18 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Muhammad Ayat 18


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Muhammad Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38

Leave a Reply

Your email address will not be published.