Tafsir Al-Qur’an Surah محمد / Muhammad Ayat 32 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{46} Al-Ahqaf / الأحقاف Indeks Al-Qur’an الفتح / Al-Fath {48}

Tafsir Al-Qur’an Surat محمد / Muhammad (Muhammad) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 47 Tafsir ayat Ke 32.

Al-Qur’an Surah Muhammad Ayat 32

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَشَاۤقُّوا الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدٰى لَنْ يَّضُرُّوا اللّٰهَ شَيْـًٔاۗ وَسَيُحْبِطُ اَعْمَالَهُمْ

innallażīna kafarụ wa ṣaddụ ‘an sabīlillāhi wa syāqqur-rasụla mim ba’di mā tabayyana lahumul-hudā lay yaḍurrullāha syai`ā, wa sayuḥbiṭu a’mālahum

QS. Muhammad [47] :32

Arti / Terjemah Ayat

Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Sesungguhnya orang yang mengingkari bahwasanya Allah itu Tuhan yang benar dan satu yang tidak ada sekutu bagi-Nya, menghalang-halangi orang dari jalan Allah, dan menentang serta memerangi ajaran Rasulullah setelah datang hujjah dan bukti-bukti bahwa dia itu nabi dari sisi Allah, mereka itu tidak dapat memberikan kemudharatan sedikit pun. Amalan yang pernah mereka lakukan di dunia akan dihapus pahalanya dikarenakan mereka tidak mengharapkan keridhaan di sisi Allah.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menceritakan perihal orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, menentang rasul dan memusuhinya, serta murtad dari iman sesudah jelas baginyajalan petunjuk, bahkan sikap mereka itu sama sekali tidak merugikan Allah barang sedikit pun. Dan bahwa sesungguhnya kerugian yang diakibatkannya adalah menimpa pelakunya sendiri dan dia akan merasa sangat kecewa kelak di hari kemudian. Dan Allah akan menghapuskan pahala amal-amalnya, karena itu Allah tidak memberinya pahala barang sedikit pun dari amal yang telah dilakukannya karena sesudahnya ia murtad. Tiada suatu amal kebaikannya pun yang dibalasi-Nya, bahkan Dia menggugurkan dan menghapuskannya sama sekali. Kebalikannya ialah sama dengan amal-amal kebaikan, ia dapat menghapuskan amal-amal keburukan.

Imam Ahmad ibnu Nasr Al-Marwazi di dalam Kitabus Salah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Qudamah, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far Ar-Razi, dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Abul Aliyah yang menceritakan bahwa dahulu sahabat Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ beranggapan bahwa tiada suatu dosa pun yang membahayakan selama pelakunya meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Sebagaimana tiada amal kebaikan pun yang bermanfaat bila pelakunya mempersekutukan Allah. Hingga turun ayat berikut, yaitu firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎: taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. (Muhammad: 33) Akhirnya mereka merasa takut bila perbuatan dosa menghapuskan amal kebaikan mereka (yakni mereka tidak beranggapan seperti semula lagi).

Kemudian diriwayatkan melalui jalur Abdullah ibnul Mubarak, bahwa telah menceritakan kepadaku Bakr ibnu Ma’ruf, dari Muqatil ibnu Hayyan, dari Nafi’, dari Ibnu Umar r.a. yang telah mengatakan, “Kami sahabat Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ beranggapan bahwa tiada suatu pun dari amal kebaikan melainkan diterima,” hingga turunlah firman-Nya: taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. (Muhammad: 33) Maka kami (para sahabat) bertanya, “Apa sajakah yang dapat menghapuskan amal kebaikan kami?” Dan kami beranggapan bahwa yang menghapuskan amal kebaikan itu adalah dosa-dosa besar yang menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka dan perbuatan-perbuatan fahisyah (yang keji), hingga turunlah firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (An-Nisa: 48), hingga akhir ayat. Setelah ayat ini diturunkan, maka kami tidak mempunyai dugaan seperti itu lagi dan kami merasa khawatir terhadap orang yang mengerjakan dosa-dosa besar dan mengerjakan perbuatan fahisyah; dan kami berharap semoga yang lainnya tidak terjerumus ke dalamnya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Ini merupakan ancaman keras bagi orang yang mengumpulkan semua keburukan mulai dari kufur terhadap Allah ﷻ, menghalangi manusia dari jalan Allah ﷻ yang Allah bentangkan untuk sampai kepadaNya, {وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى} “serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka.” Artinya, mereka memusuhi dan menentang petunjuk secara sengaja dan membangkang, bukan karena ketidaktahuan dan tersesat. Mereka itu {لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا} “tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikitpun.” Permusuhan dan penentangan mereka itu tidak akan mengurangi kekuasaan Allah ﷻ, {وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ} “dan Allah akan menghapuskan (pahala) amalamal mereka.” Semua usaha yang pernah mereka lakukan dalam menolong kebatilan akan dihapus oleh Allah ﷻ karena tidak membuahkan apa pun selain kerugian. Semua amal mereka yang diharapkan mendapatkan pahala tidak diterima Allah ﷻ karena tidak memenuhi syarat amal yang bisa diterima.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Pada ayat-ayat yang lalu Allah menerangkan keadaan orang-orang munafik yang selalu melaksanakan tipu daya dan maksud jahat kepada orang-orang yang beriman. Mereka mengira perbuatan jahat itu tidak diketahui oleh Allah. Pada ayat ini Allah menerangkan keadaaan orang-orang yang menghalangi manusia mengikuti jalannya setelah datang kepada mereka petunjuk. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah untuk mengikuti agama-Nya serta memusuhi rasul setelah ada petunjuk yang jelas bagi mereka, yang menyatakan bahwa nabi Muhammad adalah rasul-Nya mereka tidak akan dapat memberi mudarat bahaya kepada Allah sedikit pun dengan sebab kekafirannya itu. Dan kelak Allah menghapus pahala segala amal mereka, disebabkan kekafirannya. 33. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya! taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dengan cara melaksanakan perintah yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan sunnah dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu dengan melakukan maksiat kepada Allah.


Muhammad Ayat 32 Arab-Latin, Terjemah Arti Muhammad Ayat 32, Makna Muhammad Ayat 32, Terjemahan Tafsir Muhammad Ayat 32, Muhammad Ayat 32 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Muhammad Ayat 32


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Muhammad Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38

Leave a Reply

Your email address will not be published.