Tafsir Al-Qur’an Surah المعارج / Al-Ma’arij Ayat 1 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{69} Al-Haqqah / الحاقة Indeks Al-Qur’an نوح / Nuh {71}

Tafsir Al-Qur’an Surat المعارج / Al-Ma’arij (Tempat Naik) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 70 Tafsir ayat Ke 1.

Al-Qur’an Surah Al-Ma’arij Ayat 1

سَاَلَ سَاۤىِٕلٌۢ بِعَذَابٍ وَّاقِعٍۙ

sa`ala sā`ilum bi’ażābiw wāqi’

QS. Al-Ma’arij [70] :1

Arti / Terjemah Ayat

Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Salah seorang dari kaum musyrikin itu telah meminta untuk dirinya dan kaumnya agar diturunkan azab kepada mereka. Padahal, siksaan itu akan menimpa mereka pada hari Kiamat. Tidak ada seorang pun dapat menolak azab Allah yang Mahatinggi dan Mahagagah. Para malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam sehari yang kadar perbandingannya 50 ribu tahun dari tahun dunia. Bagi seorang mukmin hal itu seperti shalat fardhu.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. (Al-Ma’arij: 1)

Di dalam ayat ini terkandung lafaz yang tidak disebutkan karena terbukti dengan adanya huruf ba yang menunjuk ke arahnya. Jadi, seakan-akan lafaz itu keberadaannya diperkirakan. Bentuk lengkapnya ialah seseorang meminta agar disegerakan datangnya azab yang bakal terjadi, semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. (Al-Hajj: 47)

Yakni azab-Nya pasti terjadi.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari ‘Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. (Al-Ma’arij: 1) Bahwa orang tersebut adalah An-Nadr ibnul Haris ibnu Kaldah.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. (Al-Ma’arij: 1) Bahwa demikianlah permintaan orang-orang kafir akan azab Allah, padahal azab Allah itu bakal terjadi menimpa mereka.

Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Seseorang peminta telah meminta. (Al-Ma’arij: 1) Seseorang berdoa, meminta agar azab yang bakal terjadi di akhirat itu diturunkan.

Mujahid mengatakan bahwa hal ini seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Ya Allah, jika betul (Al-Qur’an) ini dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (Al-Anfal: 32)

Ibnu Zaid dan lain-Lainnya mengatakan di dalam firman-Nya: Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi. (Al-Ma’arij: 1) Yaitu sebuah lembah yang terdapat di dalam neraka Jahanam, kelak di hari kiamat mengalir azab darinya. Tetapi pendapat ini lemah dan jauh dari makna yang dimaksud, dan pendapat yang sahih adalah yang pertama tadi karena sesuai dengan konteksnya.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

{وَاقِعٍ لِلْكَافِرينَ}

yang bakal terjadi untuk orang-orang kafir. (Al-Ma’arij: 1-2)

Yakni disiapkan dan disediakan untuk orang-orang kafir.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa azab yang waqi’ ialah azab yang pasti datang.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Allah ﷻberfirman menjelaskan kebodohan para penentang dan permintaan mereka untuk disegerakan azab Allah ﷻkepada mereka seraya memperolokolok, membangkang dan memperlemah, {سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ} “Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi,” yakni seorang telah meminta dan meminta dibuka, {لِلْكَافِرينَ} “untuk orang-orang kafir,” karena mereka berhak mendapatkannya lantaran kekufuran, {لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ مِنَ اللَّهِ} “yang tidak seorang pun dapat menolaknya, (yang datang) dari Allah,” artinya, tidak seorang pun yang bisa menolak datangnya azab yang diminta segera oleh para pembangkang kaum musyrikin sebelum waktunya tiba atau tidak seorang pun yang bisa melenyapkannya ketika azab menimpa. Hal ini terjadi pada saat alNadhr bin Harits alQurasyi atau para dedengkot lainnya memintanya seraya berkata,

{اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم}

“Ya Allah, jika betul (alQur`an) ini, ialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (AlAnfal: 32).

Azab pasti menimpa mereka, bisa disegerakan untuk mereka di dunia atau disimpan di akhirat kelak untuk mereka. Andai saja mereka mengenal Allah ﷻdan mengenal keagunganNya serta luasnya kuasa, sempurnanya namanama dan sifatNya, niscaya mereka tidak meminta untuk disegerakannya azab dan niscaya mereka memiliki sopan santun. Karena itu Allah ﷻmenyebutkan salah satu keagunganNya yang bertentangan dengan perkataan buruk mereka, {ذِي الْمَعَارِجِ تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ} “Mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan ruh naik (menghadap) kepada Rabb,” yakni, Pemilik keluhuran, keagungan, kemuliaan, dan hak mengatur seluruh makhluk, kepadaNya para malaikat naik dengan tugas yang diberikan pada mereka, ruh naik padanya. Ruh adalah isim jenis yang mencakup seluruh ruh, yang baik maupun yang buruk. Hal ini terjadi pada saat kematian. Ruh orang-orang suci naik kepada Allah ﷻ,mereka diberi izin dari satu langit ke langit lain hingga berhenti di langit di mana Allah ﷻberada. Menyampaikan ucapan penghormatan kepada Allah ﷻdan mengucapkan salam serta mendekat ke arahNya. Mereka senang berada di dekat Allah ﷻdan mendapatkan pujian, penghormatan, perlakuan baik dan pengagungan dari Allah ﷻ. Sedangkan ruh para pendosa, ketika naik ke langit dan meminta izin, mereka tidak diberi izin dan dikembalikan lagi ke bumi.

Selanjutnya Allah ﷻmenyebutkan jarak yang ditempuh oleh para malaikat dan ruh menuju Allah ﷻ. Para malaikat dan ruh naik dalam sehari dengan sebabsebab yang Allah mudahkan baginya serta dengan pertolongan Allah ﷻberupa kemudahan, keringanan dan cepatnya perjalanan, padahal jarak tersebut sejauh jarak lima puluh ribu tahun perjalanan normal, mulai dari saat naik hingga sampai yang telah ditentukan hingga sampai pada golongan malaikat tertinggi. Kerajaan yang amat besar ini dan alam yang agung ini, baik yang berada di atas maupun bawah, seluruhnya diciptakan dan diatur oleh Allah ﷻYang Mahaluhur lagi Tinggi. Allah ﷻmengetahui kondisikondisi mereka, baik yang lahir maupun yang batin. Allah ﷻmengetahui apa yang ada dan apa yang tersimpan. Allah ﷻmemberikan rahmat dan kebaikanNya pada seluruh makhluk. Allah ﷻmemberlakukan hukumNya, baik yang bersifat takdir ataupun syariat pada mereka, serta memberlakukan hukum pembalasanNya. Celakalah bagi kaum yang tidak mengerti keagungan Allah ﷻdan tidak memuliakan Allah ﷻdengan sebenarnya. Mereka meminta agar segera diturunkan azab sebagai pengujian dan anggapan memperlemah. Mahasuci Allah ﷻYang Maha Penyabar yang memberi mereka tempo, tapi tidak lalai terhadap mereka. Mereka menyakiti Allah ﷻtapi Allah ﷻbersabar terhadap mereka, memberi keselamatan dan rizki pada mereka.

Inilah salah satu kemungkinan penafsiran ayat tersebut. Sehingga yang dimaksud dengan naik dalam ayat ini adalah naik di dunia, sebab kontekstual pertama menunjukkan hal tersebut. Kemungkinan juga hal ini berlaku pada Hari Kiamat dan Allah ﷻmemberitahukan keagungan, keluhuran, dan kebesaranNya pada semua hambaNya. Tidak ada bukti yang lebih besar yang dapat mereka saksikan untuk dapat mengenal Allah ﷻselain peristiwa naiknya para malaikat dan ruh. Mereka naik dan turun berdasar pengaturan Allah serta urusan rabbani pada hari itu yang berjarak lima puluh ribu tahun karena panjang dan beratnya perjalanan. Tapi Allah ﷻmeringankan perjalanan tersebut bagi orang yang beriman.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

1-3. Surah al-h’qqah menjelaskan sangat jelas tentang peristiwa kiamat, pada awal surah ini dikemukakan adanya seseorang yang bertanya dengan tujuan untuk mengejek tentang kiamat. Seseorang bertanya tentang tentang azab yang pasti terjadi, siksa yang pasti akan dijatuhkan Allah bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya, azab itu datangnya dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik yaitu tempat naiknya para malaikat atau amal-amal manusia1-3


Al-Ma’arij Ayat 1 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Ma’arij Ayat 1, Makna Al-Ma’arij Ayat 1, Terjemahan Tafsir Al-Ma’arij Ayat 1, Al-Ma’arij Ayat 1 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Ma’arij Ayat 1


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *