Tafsir Al-Qur’an Surah الأعلى / Al-A’la Ayat 1 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{86} At-Tariq / الطارق Indeks Al-Qur’an الغاشية / Al-Ghashiyah {88}

Tafsir Al-Qur’an Surat الأعلى / Al-A’la (Yang Paling Tinggi) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 87 Tafsir ayat Ke 1.

Al-Qur’an Surah Al-A’la Ayat 1

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ

sabbiḥisma rabbikal-a’lā

QS. Al-A’la [87] :1

Arti / Terjemah Ayat

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Sucikanlah nama Tuhanmu yang Mahatinggi dari berbagai macam kemusyrikan dan kekurangan dengan penyucian yang sesuai dengan keagungan-Nya, yang menciptakan segenap makhluk, teliti dan sempurna dalam ciptaan-Nya, yang menentukan semua dengan kadarnya masing-masing, yang memberi petunjuk semua makhluk kepada apa yang sesuai untuknya, dan yang menumbuhkan rerumputan hijau, kemudian setelah itu menjadikannya kering dan berubah menjadi kehitam-hitaman setelah sebelumnya hijau.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ayyub Al-Gafiqi, telah menceritakan kepada kami pamanku Iyas ibnu Amir; ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir Al-Juhani mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar. (Al-Haqqah: 52; Al-Waqiah 74, 96) Maka Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda kepada kami: Jadikanlah bacaan ayat ini dalam rukuk kalian! Dan ketika turun firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Maka beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda kepada kami: Jadikanlah bacaan ayat ini dalam sujud kalian!

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Ibnul Mubarak, dari Musa ibnu Ayyub dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Muslim Al-Batin, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ apabila membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Maka beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengucapkan: Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

Demikianlah menurut riwayat Imam Ahmad, dan Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Zuhair ibnu Harb, dari Waki’ dengan sanad yang sama. Abu Daud mengatakan bahwa nama Waki’ masih diperselisihkan, karena dalam riwayat lain disebutkan Abu Waki’ dan Syu’bah, dari Abu Ishaq, dari Sa’id, dari Ibnu Abbas secara mauquf.

As-Sauri telah meriwayatkan dari As-Saddi, dari Abdu Khair yang mengatakan bahwa aku pernah mendengar Ali membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Lalu ia mengucapkan, “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Hakam, dari Anbasah, dari Abu Ishaq Al-Hamdani, bahwa Ibnu Abbas apabila membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Maka ia mengucapkan, “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.” Dan apabila membaca firman-Nya: Aku bersumpah dengan hari kiamat. (Al-Qiyamah: 1) dan bacaannya sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah Swt: Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (Al-Qiyamah: 40) Maka ia mengucapkan, “Mahasuci Engkau, dan tidaklah demikian (sebenarnya Engkau berkuasa untuk itu).”

Qatadah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Diceritakan kepada kami bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ apabila membaca ayat ini, maka beliau mengucapkan, “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

(1-3) Allah ﷻ memerintahkan para hamba untuk memahasucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta merendah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah ﷻ, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia ﷻ menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. وَالَّذِي قَدَّرَ “Dan yang menentukan,” yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, فَهَدَى “dan memberi petunjuk” kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia ﷻ menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Wahai nabi, sucikanlah nama tuhanmu yang mahatinggi dari hal-hal yang tidak layak bagi kemuliaan-Nya. 2. Dialah tuhan yang menciptakan segala sesuatu dari tiada, lalu menyempurnakan penciptaan-Nya. Ciptaannya sepadan, teratur, padu, rapi, dan sempurna dari semua sisi.


Al-A’la Ayat 1 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-A’la Ayat 1, Makna Al-A’la Ayat 1, Terjemahan Tafsir Al-A’la Ayat 1, Al-A’la Ayat 1 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-A’la Ayat 1


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Al-A’la Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *