Tafsir Al-Qur’an Surah الغاشية / Al-Ghasyiyah Ayat 1 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{87} Al-A’la / الأعلى Indeks Al-Qur’an الفجر / Al-Fajr {89}

Tafsir Al-Qur’an Surat الغاشية / Al-Ghasyiyah (Hari Pembalasan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 88 Tafsir ayat Ke 1.

Al-Qur’an Surah Al-Ghasyiyah Ayat 1

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ

hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah

QS. Al-Ghasyiyah [88] :1

Arti / Terjemah Ayat

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Wahai Rasul, apakah telah datang kepadamu berita hari kiamat meliputi manusia dengan kedahsyatannya?

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

(1-7) Al-Ghasyiyah salah satu nama lain dari hari kiamat —menurut Ibnu Abbas, Qatadah, dan Ibnu Zaid— karena hari kiamat menutupi semua manusia dan meliputi mereka semuanya. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Iyasy, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melewati seorang wanita yang sedang membaca firman-Nya: Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? (Al-Ghasyiyah: 1) Maka beliau bangkit dan mendengarkannya serta menjawab: Benar, telah datang kepadaku (beritanya).

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. (Al-Ghasyiyah: 2)

Yang dimaksud dengan khusuk di sini adalah terhina, menurut Qatadah. Juga dikatakan oleh Ibnu Abbas, bahwa wajah-wajah tersebut tunduk terhina karena amal perbuatannya tidak bermanfaat bagi dirinya.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

bekerja keras lagi kepayahan. (Al-Ghasyiyah: 3)

Yakni mereka telah banyak melakukan kerja keras yang memayahkan diri mereka, tetapi pada akhirnya di hari kiamat mereka dimasukkan ke dalam neraka yang amat panas.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Barqani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad Al-Muzakki, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq As-Siraj, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sayyar, telah menceritakan kepada kami Ja’far, ia pernah mendengar Abu Imran Al-Juni mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab r.a. melewati sebuah gerejayangdihuni oleh seorang rahib, maka Umar memanggilnya, “Hai rahib!” Lalu si rahib muncul, maka Umar memandangnya dan menangis. Kemudian ditanyakan kepada Umar, “Mengapa engkau menangis, hai Amirul Mu’minin?” Umar menjawab, bahwa ia teringat akan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ yang mengatakan: bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas. (Al-Ghasyiyah: 3-4) Itulah yang menyebabkan aku menangis.

Imam Bukhari mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: bekerja keras lagi kepayahan. (Al-Ghasyiyah: 3) Bahwa mereka adalah orang-orang Nasrani. Telah diriwayatkan dari Ikrimah dan As-Saddi, bahwa makna yang dimaksud ialah bekerja keras di dunia melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, dan kepayahan di dalam neraka karena azab dan siksaan yang membinasakan.

Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: memasuki api yang sangat panas (neraka). (Al-Ghasyiyah: 4) Artinya, yang panasnya tak terperikan.

diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. (Al-Ghasyiyah: 5)

yang panasnya tak terkira dan titik didihnya melebihi puncaknya sampai tingkatan yang tak terbatas, demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, dan As-Saddi.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6)

Ali ibnu abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa dari’ artinya sebuah pohon dari api.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa dari” adalah nama lain dari Zaqqum (sebuah pohon yang ada di dalam neraka), tetapi menurut riwayat lain yang juga bersumber darinya, dari’ adalah batu yang ada di dalam neraka.

Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Abul Jauza, dan Qatadah mengatakan bahwa dari’ adalah sejenis pohon yang disebut syabraq.

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy menamakannya syabraq bila musim semi, dan bila musim panas menamainya dari’, pohonnya banyak durinya.

Ikrimah mengatakan bahwa dari’ adalah sebuah pohon yang banyak durinya, yang tidak tinggi, melainkan menempel di tanah.

Imam Bukhari mengatakan, Mujahid telah mengatakan bahwa dari’ adalah nama tumbuhan yang dikenal dengan nama lain syabraq, orang-orang Hijaz menamainya dari’ bila kering, pohon ini mengandung racun.

Ma’mar telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎: Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6) Yakni tumbuhan syabraq yang bila kering dinamakan dari’.

Sa’id telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. (Al-Ghasyiyah: 6) Ini merupakan makanan yang paling buruk, paling kotor, dan paling menjijikkan.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. (Al-Ghasyiyah: 7)

Yaitu tidak dapat memenuhi tujuan dan tidak dapat pula menolak hal yang tidak diinginkan.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

(1) Allah ﷻ menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah ﷻ mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Hari kiamat adalah rahasia besar. Wahai nabi, sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari kiamat yang penuh kengerian itu’2. Pada hari kiamat manusia terbagi menjadi dua, kelompok yang celaka dan kelompok yang berbahagia. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina. Mereka saat itu menyadari perilaku buruk mereka. Hati mereka terguncang dan sangat risau akan nasib mereka.


Al-Ghasyiyah Ayat 1 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Ghasyiyah Ayat 1, Makna Al-Ghasyiyah Ayat 1, Terjemahan Tafsir Al-Ghasyiyah Ayat 1, Al-Ghasyiyah Ayat 1 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Ghasyiyah Ayat 1


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Al-Ghasyiyah Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *