Tafsir Al-Qur’an Surah البينة / Al-Bayyinah Ayat 4 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{97} Al-Qadr / القدر Indeks Al-Qur’an الزلزلة / Az-Zalzalah {99}

Tafsir Al-Qur’an Surat البينة / Al-Bayyinah (Pembuktian) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 98 Tafsir ayat Ke 4.

Al-Qur’an Surah Al-Bayyinah Ayat 4

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ

wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah

QS. Al-Bayyinah [98] :4

Arti / Terjemah Ayat

Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Orang-orang yang diberi kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani tidaklah berselisih perihal Muhammad sebagai rasul yang sebenarnya -karena mereka mendapati sifat beliau tertulis dalam kitab mereka-, melainkan sesudah mereka mendapatkan bukti yang nyata bahwa Muhammad orang yang dijanjikan kepada mereka dalam Taurat dan Injil. Kedua kitab suci itu bersepakat mengakui kebenaran kenabiannya. Namun, ketika beliau diutus sebagai rasul, mereka terpecah belah. Di antara mereka ada yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada yang mengingkari kenabiannya karena kedengkian kepadanya.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. (Al-Bayyinah: 4)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. (Ali Imran: 105)

Yang dimaksud oleh ayat ialah menceritakan keadaan Ahli Kitab dari kalangan umat terdahulu. Sesudah Allah menegakkan hujah dan bukti terhadap mereka, maka mereka bercerai-berai dan berselisih mengenai takwil yang dimaksud oleh Allah di dalam kitab-kitab mereka. Dan hal ini berakibat mereka bercerai-berai dan menjadi golongan yang banyak, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur, yaitu:

Sesungguhnya orang-orang Yahudi berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan orang-orang Nasrani berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya di dalam neraka kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka yang satu golongan yang selamat itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda: Yaitu golongan yang mengikuti apa yang dikerjakan olehku dan para sahabatku.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

(4) Dan bila ahli kitab tidak beriman dan tunduk pada Rasul ﷺ, hal itu bukanlah kesesatan dan pembangkangan mereka yang pertama, karena tidaklah mereka terpecah belah, berselisih, dan menjadi banyak golongan, إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ “melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata,” yang mengharuskan orang-orang yang mengikutinya bersatu padu. Hanya saja karena kehina-an dan kerendahan, petunjuk hanya semakin menambah mereka sesat dan bashirahnya semakin membuat buta hati mereka.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Wahai nabi, ketahuilah bahwa ahli kitab dahulu sepakat mengimani dirimu sebagai rasul terakhir sebagaimana informasi yang mereka dapati dalam kitab-kitab mereka. Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang ahli kitab itu melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata, yaitu kedatangan’mu atau Al-Qur’an yang kaubawa. Sebagian beriman kepadamu dan sebagian yang lain mengingkarimu. 5. Mereka terpecah belah seperti itu padahal mereka dalam kitab-kitab mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama, dan juga diperintah agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah aga-ma yang lurus dan benar agama islam. Keikhlasan dalam beribadah dengan memurnikan niat demi mencari rida Allah dan menjauhkan diri dari kemusyrikan adalah salah satu syarat diterimanya ibadah.


Al-Bayyinah Ayat 4 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Bayyinah Ayat 4, Makna Al-Bayyinah Ayat 4, Terjemahan Tafsir Al-Bayyinah Ayat 4, Al-Bayyinah Ayat 4 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Bayyinah Ayat 4


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *