Tafsir Al-Qur’an Surah الزلزلة / Az-Zalzalah Ayat 1 Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{98} Al-Bayyinah / البينة Indeks Al-Qur’an العاديات / Al-‘Adiyat {100}

Tafsir Al-Qur’an Surat الزلزلة / Az-Zalzalah (Kegoncangan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 99 Tafsir ayat Ke 1.

Al-Qur’an Surah Az-Zalzalah Ayat 1

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ

iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā

QS. Az-Zalzalah [99] :1

Arti / Terjemah Ayat

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat dan mengeluarkan apa yang ada dalam perutnya berupa orang-orang yang sudah mati dan harta terpendam. Saat itu manusia bertanya-tanya karena ketakutan, “Apakah yang telah terjadi pada bumi?”

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ayyub Al-Gafiqi, telah menceritakan kepada kami pamanku Iyas ibnu Amir; ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir Al-Juhani mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar. (Al-Haqqah: 52; Al-Waqiah 74, 96) Maka Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda kepada kami: Jadikanlah bacaan ayat ini dalam rukuk kalian! Dan ketika turun firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Maka beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda kepada kami: Jadikanlah bacaan ayat ini dalam sujud kalian!

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Ibnul Mubarak, dari Musa ibnu Ayyub dengan sanad yang sama.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا وَكِيع، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ مُسْلِمٍ البَطين، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَرَأَ: {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى} قَالَ: “سُبْحَانَ رَبِّي الْأَعْلَى”.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Muslim Al-Batin, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ apabila membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Maka beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengucapkan: Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

Demikianlah menurut riwayat Imam Ahmad, dan Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Zuhair ibnu Harb, dari Waki’ dengan sanad yang sama. Abu Daud mengatakan bahwa nama Waki’ masih diperselisihkan, karena dalam riwayat lain disebutkan Abu Waki’ dan Syu’bah, dari Abu Ishaq, dari Sa’id, dari Ibnu Abbas secara mauquf.

As-Sauri telah meriwayatkan dari As-Saddi, dari Abdu Khair yang mengatakan bahwa aku pernah mendengar Ali membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Lalu ia mengucapkan, “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Hakam, dari Anbasah, dari Abu Ishaq Al-Hamdani, bahwa Ibnu Abbas apabila membaca firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Maka ia mengucapkan, “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.” Dan apabila membaca firman-Nya: Aku bersumpah dengan hari kiamat. (Al-Qiyamah: 1) dan bacaannya sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah Swt: Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (Al-Qiyamah: 40) Maka ia mengucapkan, “Mahasuci Engkau, dan tidaklah demikian (sebenarnya Engkau berkuasa untuk itu).”

Qatadah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A’la: 1) Diceritakan kepada kami bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ apabila membaca ayat ini, maka beliau mengucapkan, “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

(1-2) Allah ﷻ memberitahukan tentang apa yang terjadi pada Hari Kiamat. Bumi bergoncang dan bergoyang hingga me-runtuhkan bangunan dan gunung yang ada di atasnya. Gunung digoncang dan diratakan puing-puingnya hingga menjadi ham-paran tanah luas yang tidak ada celahnya. وَأَخْرَجَتِ الأرْضُ أَثْقَالَهَا “Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,” yakni apa saja yang ada di perutnya berupa mayat dan yang tersimpan bumi.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

1-3. Banyak kejadian dahsyat yang terjadi di bumi ketika kiamat tiba. Apabila bumi diguncangkan oleh malaikat atas perintah Allah dengan guncangan yang dahsyat setelah israfil meniupkan sangkakala pertama, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandung-Nya, baik kekayaan yang ada di dalamnya atau mayat-mayat yang terkubur, dan pada saat itu manusia bertanya dengan penuh kekalutan dan ketakutan, ‘apa yang terjadi pada bumi ini’ mengapa bumi berguncang sedemikian dahsyat dan mengeluarkan apa saja yang dikandungnya’ apakah ini hari kiamat”1-3


Az-Zalzalah Ayat 1 Arab-Latin, Terjemah Arti Az-Zalzalah Ayat 1, Makna Az-Zalzalah Ayat 1, Terjemahan Tafsir Az-Zalzalah Ayat 1, Az-Zalzalah Ayat 1 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Az-Zalzalah Ayat 1


Koreksi kesalahan penulisan Surah / Ayat / Terjemah / Tafsir? Klik Di Sini


Tafsir Surat Az-Zalzalah Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *